BLC TELKOM || KPLI KLATEN

Selasa, 23 Agustus 2016

Perancangan Jaringan Nirkabel

Tidak ada komentar :

Apa yang kalian ketahui tentang rancangan jaringan nirkabel ? belum paham ? boleh deh semak sedikit dari artikel yang telah saya rangkum berikut ini :) silahkan membaca.

Perancangan Jaringan Nirkabel :

1. Identifikasi kegiatan survey (koordinat, zona, channel, noise)
Survey lokasi

a.Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS
dengan GPS dan Kompas pada peta

b.Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang(obstructure) sepanjang path

c.Hitung SOM, path dan accessories loss, EIRP, Freznal zone, ketinggian antena

d.Perhatikan posisi terhadap station lain, kemudian potensi hidden station, over shoot, dan test noise serta interferensi

e.Tentukan posisi ideal Tower, elevasi, panjang kabel dan alternative seandainya ada kesulitan dalam instalasi

f.Rencanakan sejumlah alternative metode instalasi 

2. Kapasitas jaringan nirkabel

3. Topologi jaringan nirkabel

Berikut jenis topologi yang digunakan pada jaringan wireless:

-Independent Basic Service Set (IBSS)


AdHoc sering disebut Independent Basic Service Set (IBBS). Jaringan AdHoc terbentuk bila antara client wireless yang dilengkapi dengan wireless LAN Card saling terhubung satu sama lain secara langsung. Pada jaringan ini tidak memerlukan perantara seperti access point atau perangkat lainnya. Topologi Adhoc ini memiliki beberapa kelemahan. Jika client yang terhubung semakin banyak, maka proses transmisi data akan semakin lambat.

Kelemahan lainnya, karena tidak adanya access point yang dijadikan consentrator pada topologi ini, menyebabkan tidak adanya perangkat yang bisa mengatur wireless client yang tekoneksi. Collusion atau tabrakan pun sangat mungkin terjadi.


-Basic Service Set



Koneksi antar wireless client pada topologi ini diperantarai oleh sebuah perangkat access point. Setiap wireless client yang ingin terhubng dengan client lainnya harus terhubung dulu dengan access point yang digunakan.

-Extended Service Set



Pada topologi ESS terdapat lebih dari satu access point yang digunakan. Tujuannya adalah untuk menjangkau area yang lebih jauh lagi. Jadi, bisa dikatakan topologi ESS ini merupakan gabungan atau kumpulan dari topologi BSS.

Pada topologi BSS atau ESS, kita bisa memadukannya dengan jaringan kabel. Koneksi ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless client dapat terhubng dan berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.

-Paduan BSS dan ESS



4. Mengidentifikasi interkoneksi perangkat jaringan

5. Kondisi channel

Channel dapat diibaratkan seperti sebuah jalan. Peralatan wireless yang mendukung standar protocol 802.11a/b/g yang menggunakan frekwensi 2, 4 GHz mempunyai jumlah 14 channel. Pemasangan Access Point dengan menggunakan frekwensi 2, 4 GHz lebih dari satu dalam satu ruangan atau area, harus memperhatikan channel agar tidak terjadi interferensi antar access point yang nanti dapat mengakibatkan kerusakan data. 

6. Interferensi

Beberapa sumber noise:
-Natural noise, adalah noise dari atmosfer dan galaksi

-Manmade noise, adalah sinyal RF yang diambil oleh antena. Termasuk microwave oven, telepon cordless, dan indoor WiFi

-Receiver noise, adalah noise yang dihasilkan oleh rangkaian internal penerima

-Interferensi dari jaringan lain, adalah interferensi yang disebabkan oleh jaringan wireless lain yang bekerja pada band yang sama.

-Interferensi dari jaringan sendiri, adalah terjadi jika kita menggunakan frekwensi yang sama lebih dari satu kali, menggunakan channel yang tidak mempunyai cukup jarak /spasi antar channelnya, atau menggunakan urusan frekwensi hopping yang tidak benar. 

-Interferensi dari sinyal out of band, adalah disebabkan oleh sinyal yang kuat di luar frekwensi band yang kita gunakan, misalnya pemancar FM, AM, atau TV, pager, radio CB.
Strategi untuk menanggulangi interferensi

-Gunakan antena sectoral atau antena pengarah / narrow band dengan penguatan tinggi. Biasanya sangat efektif untuk mengurangi interferensi terutama di daerah yang spectrum-nya sangat padat sekali.

-Gunakan jalur-jalur yang pendek, jangan berusaha membangun sambungan jarak jauh.

-Pilih frekuensi yang tidak banyak digunakan oleh stasiun lain.

-Ubah / ganti polarisasi antenna.

-Atur azimuth antenna.

-Ubah lokasi peralatan.


 Sekian dan terimakasih :)


Tidak ada komentar :

Popular Posts